Oops! It appears that you have disabled your Javascript. In order for you to see this page as it is meant to appear, we ask that you please re-enable your Javascript!

Definisi Open Source

in Software on March 19, 2015


Free/Open Source Software (FOSS) adalah istilah yang dapat memiliki tiga makna, yakni cara pengembangan software, jenis lisensi software, dan model bisnis software. Sebelum membahas tiga hal ini dalam beberapa bab kemudian, kita mulai dengan membahas definisi
umum Open Source.
Istilah “Open Source” merupakan penyebutan singkat dari istilah Free/Open Source Software (FOSS) atau Free/Libre/Open Source Software (FLOSS). Menurut David Wheeler, secara umum program yang dinamakan free software (perangkat lunak bebas) atau open source software (perangkat lunak sumber terbuka) adalah program yang pembuatnya memberi izin kepada pengguna menjalankan program itu untuk apa saja, mempelajari dan memodifikasi program itu, dan menyebarluaskan kopi program asli atau program yang sudah dimodifikasi, tanpa harus membayar royalti kepada pengembang sebelumnya. (Sumber: http://www.dwheeler.com/oss_fs_why.html).
Program yang dimaksud di sini adalah kode atau perintah yang dibuat manusia untuk
dijalankan pada komputer. Komputer yang dimaksud di sini tidak hanya berbentuk komputer meja (desktop) atau komputer jinjing (laptop), namun juga komputer dalam arti luas, mulai dari komputer berbentuk telepon (smartphone), komputer tablet, televisi, jam tangan, kacamata, kamera, konsol game, hingga komputer besar (mainframe) dan komputer “raksasa” (supercomputer).
Dengan kata lain, open source adalah cara suatu program dikembangkan, yaitu dengan tidak merahasiakan kode sumber (source code) programnya. Source code adalah kode program yang dapat dimengerti manusia. Kode program yang hanya dimengerti mesin komputer disebut binary code (kode biner, misal dilambangkan dengan angka 0 dan 1 atau off dan on).
1Kode biner dapat dihasilkan oleh suatu program, misal compiler, yang mengompilasi source code menjadi binary. Program yang hanya tersedia dalam bentuk binary disebut juga Closed Source. FOSS juga dapat diartikan sebagai jenis lisensi atau pernyataan hak cipta pengembang atau pemilik hak cipta suatu program yang memberikan hak (izin) menggunakan, mengubah, dan menyebarluaskan program tersebut kepada orang lain, tanpa mewajibkan orang lain itu membayar izin atau royalti.
Banyak jenis lisensi FOSS, salah satunya yang paling terkenal saat ini adalah GNU GPL (General Public License) yang antara lain menyatakan bahwa pembuat program berlisensi GPL memberikan hak kepada siapa pun untuk menggunakan dan mengubah program tersebut dengan syarat tidak mengubah lisensinya. Turunan software GPL akan tetap GPL. Hak cipta umumnya disebut copyright, sedangkan hak cipta GPL ini diberi sebutan juga copyleft. Jenis- jenis lisensi software dan penjelasannya akan dibahas pada bab tersendiri.
Kebalikan dari Free/Open Source Software adalah Proprietary Software / Closed Source Software, yakni program yang kode sumbernya dirahasiakan oleh pengembang. Proprietary dapat diterjemahkan sebagai “berpemilik” yang artinya hak menggunakan, hak memodifikasi,
dan hak menyebarluaskan program proprietary “hanya ada pada” pemilik hak cipta. Orang lain harus mendapatkan izin dari pemilik hak cipta untuk menggunakan, memodifikasi, dan menyebarluaskan program proprietary. Disebut “kebalikan” karena pemilik hak cipta FOSS tidak melarang penggunaan, pemodifikasian, dan penyebarluasan program ciptaannya atau program hasil modifikasi/turunan. Jika ada program yang boleh dikopi/digunakan, tapi pemilik hak cipta tidak menyediakan kode sumber sehingga tidak dapat diubah, atau kode sumber tersedia tapi tidak boleh diubah, atau dapat diubah tapi tidak boleh disebarluaskan, maka program itu bukan FOSS.

Categories: Software