Oops! It appears that you have disabled your Javascript. In order for you to see this page as it is meant to appear, we ask that you please re-enable your Javascript!

Filosofi Free Software Foundation

in Software on March 19, 2015


Menurut FSF, perangkat lunak bebas mengacu pada kebebasan para penggunanya untuk
menjalankan, menggandakan, menyebarluaskan/menditribusikan, mempelajari, mengubah
dan meningkatkan kinerja perangkat lunak. Tepatnya, mengacu pada empat jenis kebebasan
bagi para pengguna perangkat lunak, lisensi Free Software memberikan:
1. Kebebasan untuk menjalankan programnya untuk tujuan apa saja (kebebasan 0).
2. Kebebasan untuk mempelajari bagaimana program itu bekerja serta dapat disesuaikan
dengan kebutuhan pengguna (kebebasan 1). Akses pada kode program merupakan suatu
prasyarat.
3. Kebebasan untuk menyebarluaskan kembali hasil salinan program tersebut sehingga dapat
membantu sesama (kebebasan 2).
4. Kebebasan untuk meningkatkan kinerja program, dan dapat menyebarkannya ke khalayak
umum sehingga banyak orang menikmati keuntungannya (kebebasan 3). Akses pada kode
program merupakan suatu prasyarat juga.
1.3.2 Filosofi Open Source Initiative
Filosofi OSI agak berbeda. Ide dasar open source sangat sederhana. Jika para pemrogram
dapat mempelajari, mendistribusikan ulang, dan mengubah kode sumber sebagian perangkat
lunak, maka perangkat lunak itu berkembang. Masyarakat mengembangkannya,
mengaplikasikannya, dan memperbaiki kelemahannya. Berikut ini terjemahan bebas dari
syarat sebuah program memiliki lisensi Open Source menurut OSI (opensource.org/osd):
1. Pendistribusian Ulang Secara Bebas (Free Redistribution)
Lisensi tersebut tidak akan menghalangi pihak manapun dalam menjual atau memberikan
software tersebut sebagai sebuah komponen dari suatu distribusi atau kumpulan software
dari beberapa sumber yang berbeda. Lisensi itu juga tidak memerlukan pembayaran royalti
atau biaya lain untuk penjualan software. Dibolehkan menjual software open source dalam
berbagai bentuk, tapi bukan menjual lisensi (surat izin).
Pengantar Open Source dan Aplikasi – STT Terpadu Nurul Fikri – www.nurulfikri.ac.id
2. Kode Sumber (Source Code)
Program harus dilengkapi kode sumber dan mengizinkan distribusi dalam bentuk kode
sumber maupun bentuk jadi (binary). Jika produk tidak didistribusikan dengan kode sumber,
sebuah sarana publikasi (pemberitahuan) yang baik harus disediakan untuk memperoleh kode
sumber tersebut dengan biaya reproduksi yang wajar, atau memindahkan dari internet tanpa
biaya, misalnya. Kode sumber tersebut harus dalam bentuk yang membuat programer dapat
memodifikasinya. Kode sumber yang sengaja dibuat untuk memperdaya atau menipu tidak
diizinkan.
3. Karya-karya Turunan (Derived Works)
Lisensi tersebut harus memperbolehkan karya-karya modifikasi atau turunan, dan
mengizinkannya untuk didistribusikan dalam bentuk yang sama seperti lisensi software
asalnya.
4. Integritas Kode Sumber Pencipta (Integrity of the Author’s Source Code)
Lisensi dapat mencegah “pendistribusian kode sumber hanya dalam bentuk modifikasi” jika
lisensi mengiznkan pendistribusian dalam bentuk “patch files” (file tambahan) disertai kode
sumber yang bertujuan memodifikasi program pada masa pembuatan. Lisensi harus secara
tersurat mengizinkan pendistribusian software yang dibuat dari hasil modifikasi. Lisensi
dapat mensyaratkan ada modifikasi atau karya turunan jika program akan menggunakan nama
baru atau versi berbeda dari software asal.
5. Tidak Ada Diskriminasi terhadap Individu atau Kelompok (No Discrimination Against
Persons or Groups)
Lisensi tidak diperbolehkan menciptakan diskriminasi terhadap pengguna individu/personal
atau kelompok.
6. Tidak Ada Diskriminasi terhadap Bidang Pekerjaan (No Discrimination Against Fields of
Endeavor)
Lisensi tersebut tidak boleh membatasi seseorang dari menggunakan program itu dalam suatu
bidang pekerjaan tertentu. Sebagai contoh, tidak ada pembatasan program tersebut terhadap
penggunaan dalam bidang bisnis, atau terhadap pemanfaatan dalam bidang riset genetik.
7. Pendistribusian Lisensi (Distribution of License)
Hak-hak yang dicantumkan pada program harus dapat diterapkan pada semua yang menerima
pendistribusian program, tanpa perlu dikeluarkan lisensi tambahan untuk pihak-pihak
penerima program.
8. Lisensi Tidak Boleh Bersifat Spesifik terhadap Suatu Produk (License Must Not Be
Specific to a Product)
Hak-hak yang tercantum pada lisensi program tidak boleh tergantung distribusi software
tertentu. Jika program dipisahkan dari distribusi tersebut dan digunakan atau didistribusikan
dalam bentuk lain sesuai lisensi progam itu, maka semua pihak yang menerima program
harus memiliki hak yang sama seperti ketika didistribusikan dalam bentuk asalnya.
9. Lisensi Tidak Boleh Membatasi Software lain (License Must Not Restrict Other Software)
Lisensi tidak boleh membatasi software lain. Sebagai contoh, lisensi itu tidak boleh
memaksakan bahwa program lain yang didistribusikan pada media yang sama harus bersifat
open source.
10. Lisensi Harus Teknologi-Netral (License Must Be Technology-Neutral)
Pengantar Open Source dan Aplikasi – STT Terpadu Nurul Fikri – www.nurulfikri.ac.id
6Tidak ada ketentuan dalam lisensi yang dapat didasarkan pada teknologi tertentu (individual)
atau tipe antaramuka tertentu saja.

Categories: Software