Oops! It appears that you have disabled your Javascript. In order for you to see this page as it is meant to appear, we ask that you please re-enable your Javascript!

Persamaan dan Perbedaan Filosofi opensource dan free software

in Software on March 19, 2015


Bila dibandingkan definisi Free Software, definisi Open Source yang terdiri dari 10 klausul
itu relatif lebih longgar dan detail dibandingkan 4 klausul Free Software. Klausul tentang
akses terhadap kode sumber (1), hak pemakai untuk memperbanyak dan menyebarkan
program aslinya (3), dan tidak diskriminatif (5, 6, 8, 9, 10), meski tidak dinyatakan secara
eksplisit sebenarnya semua klausul itu juga terkandung dalam definisi Free Software. Klausul
7 dalam Open Source mencegah agar kode sumber tidak tertutup lagi, merupakan konsep inti
dari Free Software. Pengakuan terhadap pembuat program juga tidak secara eksplisit
disebutkan pada Free Software, sedangkan ini masuk pada klausul 4 definisi Open Source.
OSI difokuskan pada nilai-nilai teknis dalam pembuatan perangkat lunak yang berdaya guna
dan dapat dihandalkan, dan pendekatan istilah OSI ini dinilai oleh beberapa pihak lebih
sesuai kebutuhan bisnis daripada filosofi FSF. OSI tidak terlalu fokus pada isu moral seperti
yang ditegaskan FSF, dan lebih fokus pada manfaat praktis metode pengembangan
terdistribusi FOSS.
Meskipun filosofi dasar kedua gerakan ini berbeda, FSF dan OSI berbagi area yang sama dan
bekerja sama dalam hal-hal praktis, seperti pengembangan perangkat lunak, usaha melawan
perangkat lunak proprietary, paten perangkat lunak, dan sejenisnya. Richard Stallman
mengatakan bahwa gerakan perangkat lunak bebas dan gerakan open source merupakan dua
“partai politik” dalam komunitas yang sama.
Sejarah Linux
Linux (diucapkan ˈ l ɪ n ə ks atau / ˈ l ɪ n ʊ ks/) adalah nama yang diberikan kepada inti (kernel)
sistem operasi komputer bertipe Unix yang pertama kali dikembangkan oleh Linus Torvalds
dan dirilis pada 5 Oktober 1991. Linux merupakan salah satu contoh hasil pengembangan
perangkat lunak bebas dan sumber terbuka utama. Seperti perangkat lunak bebas dan sumber
terbuka pada umumnya, kode sumber Linux dapat dimodifikasi, digunakan, dan
didistribusikan kembali secara bebas oleh siapa saja.
Pengantar Open Source dan Aplikasi – STT Terpadu Nurul Fikri – www.nurulfikri.ac.id
10Gambar 2.3 Pinguin Tux sebagai Maskot Linux (Wikipedia)
Nama “Linux” berasal dari nama pembuatnya, Linus Torvalds. Pada waktu itu, selain inti
sistem operasi yang dibuat Linus, beberapa program sistem dan pustaka (Library) bahasa C
berasal dari program-program GNU (GNU is Not Unix) yang dikembangkan sejak 1983 oleh
Richard Stallman dan kawan-kawan, sehingga muncul nama sistem operasi GNU/Linux.
Beberapa sistem operasi Linux yang tidak menggunakan program pustaka dari GNU (GNU
Library C), misal Android yang menggunakan Bionic Library C tidak disebut GNU/Linux.
Linux telah lama dikenal untuk digunakan sebagai sistem operasi komputer server, dan
didukung oleh perusahaan-perusahaan komputer ternama seperti Intel, Dell, Hewlett-Packard,
IBM, Novell, Oracle, Red Hat, dan Google. Linux digunakan sebagai sistem operasi di
berbagai macam jenis perangkat keras komputer, termasuk komputer desktop,
superkomputer, dan sistem benam (embedded system) seperti pembaca buku elektronik,
sistem permainan video (PlayStation 2, PlayStation 3 dan Xbox), komputer tablet, telepon
genggam, router, dan lain-lain. Para pengamat teknologi informatika beranggapan kesuksesan
Linux dikarenakan Linux tidak bergantung kepada vendor (vendor independence), biaya
operasional yang rendah, dan kompatibilitas yang tinggi dibandingkan versi Unix tak bebas
(Proprietary), serta faktor keamanan dan kestabilannya yang tinggi Unix-like dibandingkan
dengan sistem operasi bukan Unix seperti Microsoft Windows. Ciri-ciri ini juga menjadi
bukti atas keunggulan model pengembangan perangkat lunak sumber terbuka (Open Source
Software).
Sistem operasi Linux yang digabungkan dengan berbagai program lain dikenal dengan istilah
distribusi Linux (Linux distribution) atau distro Linux. Paket CD/DVD distro Linux
umumnya sudah termasuk perangkat-perangkat lunak pendukung seperti server web, bahasa
pemrograman, basisdata, tampilan desktop (desktop environment) seperti GNOME, KDE dan
Xfce, paket aplikasi perkantoran (office suite) seperti LibreOffice, OpenOffice.org, Caligra
Office (dulu bernama KOffice), Abiword, Gnumeric, dan lain-lain.
Distro (Distribution)
Sistem operasi keluarga Unix seperti Linux dan FreeBSD dapat dikemas dalam bentuk mulai
dari yang sangat kecil, CD, hingga beberapa DVD. Misalnya Linux untuk menjalankan
software web server tidak mengharuskan menjalankan aplikasi desktop atau aplikasi GUI
(Graphical User Interface), sehingga cukup dikemas dalam sebuah CD. Desktop tidak
termasuk software sistem tapi software aplikasi. Web server juga tidak termasuk software
sistem, tapi software menengah (middleware). Kemasan sistem operasi Linux dan program-
program yang disatukan dalam suatu kemasan, misal DVD, disebut distro, singkatan dari
distribution.
Pengantar Open Source dan Aplikasi – STT Terpadu Nurul Fikri – www.nurulfikri.ac.id
11Gambar 2.4 Beberapa Contoh Distro Linux (Wikipedia)
Contoh distro yang sangat tua dan terkenal di dunia adalah Debian, Red Hat, dan Slackware.
Setiap distro tua memiliki “distro turunan” atau hasil modifikasi. Distro Debian memiliki
turunan yang menjadi lebih terkenal dari Debian, yakni Ubuntu (internasional) dan BlankOn
(Indonesia). Contoh turunan Red Hat adalah CentOS dan Fedora yang di Indonesia
diturunkan menjadi IGN (Igos Nusantara). Contoh turunan Slackware adalah SUSE
(openSUSE) dan VectorLinux. Daftar distro Linux dan sistem operasi FOSS lainnya tersedia
sangat lengkap di www.distrowatch.com.
Repo (Repository)
Sebuah distro yang biasanya hanya berupa CD atau DVD belum tentu memenuhi semua
kebutuhan pengguna yang bervariasi antara pengguna satu dengan yang lain. Untuk itu
pengembang Linux menyediakan server repository, disingkat repo. Repo juga dapat berupa
kumpulan DVD. Sebagai contoh, distro Debian, Ubuntu dan BlankOn memiliki repo yang
kalau dijadikan DVD menjadi lebih dari 10 DVD. Anda dapat membeli repo dalam bentuk
DVD itu melalui web, misal juragan.kambing.ui.ac.id. Repo Ubuntu 13.04 berjumlah 13
keping DVD, atau 14 keping DVD termasuk DVD installer.
Gambar 2.5 Situs Repo Linux kambing.ui.ac.id
Pengantar Open Source dan Aplikasi – STT Terpadu Nurul Fikri – www.nurulfikri.ac.id
12Tidak semua distro dan repo berisi 100% program/file free/open, atau tidak semua distro
bebas digandakan karena ada distro yang berisi program/file tidak free/open. Contoh distro
yang tidak bebas digandakan adalah Red Hat Enterprise Linux (RHEL). Software yang ada
dalam DVD RHEL sebenarnya open source, tapi ada bagian dari hak atas kekayaan
intelektual Red Hat seperti logo yang tidak bebas digandakan tanpa izin perusahaan Red Hat,
Inc. Karena software yang ada dalam distro RHEL itu FOSS, maka pihak lain dapat
mengembangkan turunan, hasil modifikasi RHEL, misal distro Linux CentOS.
Manajemen paket distro dan repo bisa berbeda antara distro satu dengan yang lain. Banyak
distro Linux menggunakan Advanced Packaging Tool yang umumnya ditemukan di distro
berbasis Debian, Ubuntu, dan BlankOn. Sebagain distro menggunakan yum yang biasa
ditemukan di distro berbasis Red Hat, misalnya Fedora dan Igos Nusantara. Ada juga
beberapa sistem manajemen paket independen, seperti Pacman, digunakan dalam Arch Linux
dan equo, ditemukan di Sabayon Linux.
2.2.6 Ciri dan Spesifikasi Sistem Operasi Linux
Linux memiliki ciri beda secara non teknis dibandingkan dengan sistem operasi proprietary
seperti MS Windows dan Apple Mac OS X. Misal dari aspek hukum dan bisnis, sistem
operasi Linux (GNU-Linux, Android, dll.) berlisensi FOSS, sehingga tidak seperti sistem
operasi proprietary yang dijual dalam bentuk biaya izin penggunaan atau lisensi, tapi Linux
dijual atau dibisniskan dalam bentuk lain.
Contoh bisnis Linux antara lain dukungan teknis (technical support) secara off-line (luring:
luar ring) atau on-line (daring: dalam ring), modifikasi atau customization, migrasi, training,
dll.
Linux dan Unix-like lainnya memiliki spesifikasi teknis multi user, multi tasking, dan
networking, sejak tahun-tahun pertama dikembangkan. Ini berbeda dengan sistem operasi
proprietary seperti MS Windows dan Apple Macintosh yang awalnya tidak multi user,
sehingga dalam waktu bersamaan tidak bisa beberapa pengguna login dengan nama user
(username) berbeda. Linux sejak 20 tahun lalu dapat diakses bersamaan (multi user) dan
menjalankan banyak program secara bersamaan (multi tasking) sebagai komputer desktop
maupun server (networking), sehingga Linux/Unix sejak dulu disebut Network Operating
System, meskipun juga dapat difungsikan sebagai Stand Alone Operating System.
Istilah Stand Alone digunakan untuk sistem operasi bukan server, misal Windows 3x, 9x, XP,
Vista, 7, dan 8. Artinya, hingga saat ini tidak semua versi Windows dan Mac dapat dijadikan
sebagai server jaringan yang baik, misal Windows 7/8 dan Mac OS X. Jika ingin
menggunakan sebagai server jaringan, Anda harus membeli Windows Server atau Mac
server. Sedangkan umumnya distro Linux dapat digunakan sebagai stand alone (workstation)
atau desktop maupun server. Sebagai contoh, Ubuntu Desktop dapat dijadikan server dengan
menambahkan program-program untuk server, meskipun tersedia pula Ubuntu versi server
yang belum memiliki sistem window atau desktop GUI. Ubuntu Server juga dapat diubah
menjadi desktop dengan menambahkan program desktop, misal GNOME. Kalaupun ada
Linux yang khusus dibuat untuk server, biasanya untuk tujuan server skala besar (enterprise),
misal Red Hat Linux Enterprise (RHEL) dan SUSE Linux Enterprise Server (SLES).

Categories: Software