Oops! It appears that you have disabled your Javascript. In order for you to see this page as it is meant to appear, we ask that you please re-enable your Javascript!

Definisi Enterprise Risk Management

in Uncategorized on May 15, 2015

Enterprise Risk Management (ERM) adalah “suatu proses yang dipengaruhi oleh board of
director, dan personel lain dari suatu organisasi, diterapkan dalam setting strategi, dan mencakup
organisasi secara keseluruhan, didesain untuk mengidentifikasi kejadian potensial yang
mempengaruhi suatu organisasi, untuk memberikan jaminan yang cukup pantas berkaitan dengan
pencapaian tujuan organisasi” (COSO ERP, 2004).
delapan komponen

Obat untuk Terapi kanker No 1 – King muricarta Loquid Plus
1. Lingkungan Internal (INTERNAL ENVIRONMENT
Komponen ini meliputi sikap manajemen di semua tingkatan terhadap operasi secara umum
dan konsep kontrol secara khusus. Hal ini mencakup: etika, kompetensi, serta integritas dan
kepentingan terhadap kesejahteraan organisasi.
2. Penetapan Tujuan(OBJECTIVE SETTING)
Tujuan ditetapkan pada tingkat strategis yang menjadi dasar untuk penetapan tujuan
operasional. Pelaporan, dan ketaatan. Setiap organisasi menghadapi berbagai risiko baik
yang bersumber dari internal maupun eksternal. Penetapan tujuan merupakan langkah awal
untuk nantinya dapat mengidentifikasi kejadian, menilai risiko, dan menentukan respon
terhadap risiko.
3. Identifikasi Kejadian(EVENT IDENTIFICATION)
Manajemen mengidentifikasi kejadian potensial yang dapat mempengaruhi organisasi dalam
mencapai tujuannya dan juga memastikan apakah kejadian yang mempengaruhi kegiatan
organisasi dalam mencapai tujuannya, juga membuka peluang bagi organisasi untuk
menerapkan strategi yang lebih baik dalam upaya untuk mencapai tujuan organisasi.
4. Penilaian Risiko(RISK ASSESSMENT)
Penilaian risiko memungkinkan setiap organisasi untuk mempertimbangkan luasnya
kejadian yang dapat mempengaruhi pencapaian tujuan organisasi.
5. Respon terhadap Risiko (risk response)
Setelah risiko dinilai, manajemen menentukan bagaimana risiko direspon, yaitu bagaimana
tindakan-tindakan dilakukan untuk mengelola risiko yang terjadi atau berpotensi akan
terjadi.
6. Aktivitas Pengendalian(CONTROL ACTIVITIES)
Merupakan kebijakan dan prosedur yang membantu memastikan bahwa risk response yang
dipilih dilaksanakan dengan memadai.
7. Informasi dan Komunikasi(INFORMATION & COMMUNICATION)
Informasi diidentifikasi, diperoleh, dan dikomunikasikan dalam bentuk dan kerangka waktu
yang tepat dan sesuai sehingga memungkinkan setiap orang untuk dapat melaksanakan tugas
dan tanggung jawab yang dibebankan kepadanya.
8. Monitoring(MONITORING)
Penerapan manajemen risiko (ERM) dimonitor atau dipantau terus dalam rangka untuk
memastikan keberadaannya dan apakah komponen-komponennya berfungsi dengan
memadai setiap saat.

Categories: Uncategorized