Oops! It appears that you have disabled your Javascript. In order for you to see this page as it is meant to appear, we ask that you please re-enable your Javascript!

Keunggulan Docker sebagai Platform Kontainer

in Hardware on August 16, 2018


Sistem Kontainermerupakan solusi terhadap masalah bagaimana untuk menjalankan perangkat lunak secara handal ketika pindah dari suatu lingkungan komputasi ke lingkungan yang lain. sehingga dapat berpindah dari pengembang untuk lingkungan tes, dari lingkungan rilis kedalam produksi dan mungkin dari perangkat fisik di data senter untuk mesin virtual atau public cloud.
Berikut adalah beberapa keunggulan platform docker:

·         Dapat Melakukan Pengujian dan Distribusi Secara Terus   Menerus.


  Docker mempunyai kemampuan dalam menghadirkan konsistensi diseluruh lingkungan sistem operasi. selalu ada perbedaan kecil antara lingkungan pengembangan dan aplikasi yang telah rilis. Kecuali jika anda memiliki lingkungan repositori sendiri sendiri dengan pemeriksaan yang lebih ketat. Perbedaan perbedaan karena versi paket yang berbeda atau dependensi tidak menjadi masalah, docker dapat mengatasi kesenjangan tersebut dengan memastikan lingkungan yang konsisten dari pembangunan untuk produksi.  kontainer dikonfigurasi untuk memelihara semua konfigurasi dan dependensi internal, yang bertujuan agar anda dapat menggunakan kontainer yang sama pada tahap pengembangan hingga produksi perangkat lunak dan memastikan tidak ada perbedaan danintervensi manual. dengan menggunakan docker kontainer anda juga dapat memastikan bahwa pengembang tidak perlu linkungan produksi yang mengatur secara identik. sebaliknya pengembang dapat menggunakan sistem mereka sendiri untuk menjalankan docker kontainer pada virtualbox.

·         Docker Dapat Menjadi Platfom Multi-Cloud.


      Manfaat docker kontainer lainya adalah portabilitas, Docker kontainer dapat dijalankan didalam Amazon EC2, Google compute engine, Server Rackspace atau virtualbox asalkan host mendukung platform docker. selain AWS dan GCP docker dapat bekerja sangat dengan berbegai penyedia IaaS lain seperti Microsoft Azure dan Openstackdan dapat digunakan berbagai manajemen konfigurasi seperti chef, bunnet, Ansible.

·         Standarisasi Lingkungan dan Kontrol Versi.


Kontainer docker memastikan konsistensi di beberapa siklus pengembangan, rilis dan standardisasi lingkungan. docker kontainer bekerja seperti repositori GIT yang dapat melakukan perubahan Image docker dan dapat mengendalikan versi.

·         Docker Dapat Melakukan Isolasi.


Docker memastikan pada setiap kontainer memiliki sumberdaya sendiri yang terisolasi dengan kontainer lainnya yang berada dalam satu lingkungan, sehingga dapat memiliki dapat memiliki berbagai kontainer untuk aplikasi yang terpisah yang berjalan sepenuhnya pada tumpukan yang sama.[5]

Kelebihan Docker dari Mesin Virtual (virtual machine)


Metode mesin virtual yang biasa digunakan untuk mendistribusikan aplikasi dan mengisolasi eksekusi nya adalah menggunkan virtual mesin atau VMs. Format virtual mesin biasanya adalah VMWare’s dalam vmdk, Oracle Virtualbox’x vdi, dan Amazon EC2’s ami. Secara teori format tersebut akan mengijinkan setiap developer secara otomatis membungkus aplikasinya kedalam sebuah “mesin” untuk kemudahan distribusi dan pemasangan. Namun pada praktiknya, hal itu hampir tidak terjadi karena beberapa alasan yaitu diantaranya::
·      Size: mesin virtual sangat besar yang membuatnya tidak praktis untuk disimpan dan dipindahkan .
·      Performance: menjalankan mesin virtual mengkonsumsi CPU dan memory secara signifikan yang membuatnya kurang praktis.
·      Portability: lingkungan virtual mesin kurang berjalan baik satu sama lain meskipun terdapat tool konversi  ,akan tetapi terbatas dan menambah lebih banyak overhead.
Sebaliknya docker lebih ringan karena menggunakan metode sandboxing berbeda yang dikenal sebagai containerization. docker kontainer mengambil tempat pada level kernel. banayak sistem kernel sistem operasi modern saat ini mendukung kebutuhan untuk containerazation, seperti linux dengan OpenVZ , LXC dan lainya. Docker dibangun atas primitive low-level tersebut menawarkan developer sebuah format portable dan lingkungan runtime yang memecahkan 4 layer, Doker pada dasarnya memiliki nol overhead memory dan CPU , Docker benar-benar portable dan didesain dengan application centric .